Perkondisian dengan bahasa C

Dalam kehidupan sehari-hari , kadang kala kita disudutkan pada beberapa pilihan dimana pilihan - pilihan tersebut didasarkan atas kondisi tertentu .Dengan kata lain ,pilihan tersebut hanya dapat dilakukan apabila kondisi telah terpenuhi . sebagai contoh ,perhatikan statment dibawah ini :

      Jika Gunawan memiliki banyak uang ,maka ia akan membeli mobil mewah

Pada statment diatas ,Gunawan akan dapat membeli mobil mewah hanya apabila ia memiliki banyak uang ,Hal lain berarti apabila ternyata Gunawan tidak memiliki banyak uang ( kondisi tidak terpennuhi ), maka Gunawan pun tidak akan pernah membeli mobil mewah .

Begitupun didalam bahasa pemrograman ,kita juga dapat melakukan pemilihan statment yang akan dieksekusi , yaitu dengan melakukan pengecekan terhadap kondisi tertentu yang didefinisikan. Adapun konndisi yang dimaksud di dalam program tidak lain adalah suatu ekspresi .

Dalam bahasa C , pemilihan statment dapat dilakukan melalui dua buah cara yaitu dengan menggunakan statment if dan statatment switch .

Disini kita akan membahas dengan statment if terlebih dahulu ,karena jika kita sudah membahas kedua pemilihan ini maka kita dapat membedakan perbedaan antara if dan switch dan kapan mereka akan digunakan .

untuk mempermudah pembahasan ,disini kita akan mengklasifikasikan pemilihan dengan menggunakan statment if tersebut kedalam tiga bagian ,yaitu pemilihan yang didasarkan atas satu kasus ,dua kasus dan lebih dari dua kasus .

1.Satu Kasus

Perkondisian dengan Bahasa C
Perkondisian dengan Bahasa C
Pada gambar diatas terlihat bahwa mula-mula program akan mengecek kondisi yang didefinisikan. Apabila kondisi bernilai benar ( kondisi terpenuhi ). Maka program akan melakukan statment- statment yang terdapat didalam blok pengecekan.Namun apabila ternyata kondisi bernilai salah ( kondisi tidak terpenuhi ) , maka program akan langsung keluar dari blok pengecekan dengan melanjutkan eksekusi terhadap statment-statment berikutnya diluar blok pengecekan ( jika ada ).

Untuk memahami konsep gambar diatas , mari lah kita langsung mencoba nya dengan sebuah program C sederhana .

//header standar input output
#include<stdio.h>

//Program menentukan bilangan positif
int main ()
{
    //variable untuk menanmpung sebuah bilangan bulat
    int kondisi;
    //Menginput sebuah bilangan bulat
    printf("Masukan sebuah bilangan bulat : ");
    scanf("%d" , &kondisi);
    
    if ( kondisi > 0 )
    {
            printf("\n%d adalah bilangan positif", i);
    }

return 0;
}

Coba anda lakukan kompilasi dan jalan kan program tersebut di compiler kalian , kemudia masukan bilangan bulat nya dengan angka 10 ,maka anda akan melihat hasil nya sebagai berikut :

Masukan sebuah bilangan bulat : 10

10 adalah bilangan bulat positif

Namun apabila kalian memasukan nilai nya dengan angka < 0 maka hasil nya tidak keluar karena Statment nya diluar blok pengecekan atau tidak memenuhi syarat pengecekan .
Karena syarat pengecekan nya kondisi > 0 lalu output nya %d adalah bilangan bulat positif . jika tidak memenuhi syarat maka dia tidak mengoutput apapun ,karena tidak ada lagi pengecekan yang memenuhi syarat nya .
 untuk lebih jelas nya lagi mari kita bahas statment if selanjut nya dengan kasus lebih dari 1 .

Refrensi : Buku Pemrograman C dan Implementasi edisi ketiga , Pengarang I Made Joni & Budi Raharjo , Penerbit Informatika .